Harga Bbm 2015 Turun

Sebagaimana yang kita tahu, per 1 Januari 2015 harga bbm turun dari Rp 8.500 menjadi Rp 7.600. yang sebelumnya Rp 6.500 dinaikkan menjadi Rp 8.500.

Nah bunda hebat, disini yang terjadi adalah income/penghasilan kebanyakan dari kita adalah tetap dikurangi oleh pengeluaran yang nilainya bisa berubah (bahkan memiliki kecenderungan untuk naik). Tentunya hal ini akan memberatkan, untuk itu sudah saatnya bagi kita sudah mulai memikirkan bagaimana cara untuk meminimalkan dampak dari naik turunnya nilai dari pengeluaran tersebut. jawabannya adalah dengan Investasi!

Pilihan Investasi
1. Saham – secara historis, saham memiliki risiko dan imbal hasil tertinggi di antara ketiga jenis aset.
2. Obligasi – pergerakan harga obligasi secara umum relatif lebih tidak bergejolak dibandingkan saham, namun imbal hasilnya lebih rendah.
3. Kas – seperti tabungan, deposito berjangka, sertifikat deposito, SBI dan reksa dana pasar uang merupakan instrumen yang paling aman (berisiko paling kecil) namun menawarkan imbal hasil terendah di antara ketiga asset class. 

Selain dari 3 pilihan investasi diatas, ada juga jenis investasi yang tidak bisa kita uangkan. Salah satunya adalah pendidikan, walaupun tidak bisa kita uangkan pendidikan adalah investasi jangka panjang.

Dsini kita berlaku sebagai orang tua dari anak-anak kita, dan hanya dengan pendidikan-lah kita bisa memastikan anak-anak kita kelak akan mandiri. Bayangkan apabila setelah menikah anak-anak kita masih belum bisa mandiri, sudah pasti kita akan tetap membiayai cucu-cucu kita, bukan berarti tidak mau ya bunda, tapi alangkah bijak-nya jika anak kita saja yang membiayai.

Jadi, pendidikan untuk anak kita adalah sangat penting artinya, sebab tanpa pendidikan - anak kita akan sulit berkembang dan bahkan akan terbelakang. Dengan demikian pendidikan harus betul-betul diarahkan agar anak kita menjadi berkualitas dalam arti menguasai Iptek dan mampu bersaing, berbudi pekerti luhur serta memiliki akhlak mulia.

Komentar